Memaknai Peran Ibu Sebagai Pendidik Anak

Bagaimana seorang anak tumbuh, karakter dan sifat yang terbentuk, serta bagaimana ia berperilaku dalam interaksi sosial serta beradaptasi dengan lingkungannya sangat dipengaruhi oleh didikan dalam keluarganya serta peran ibu dalam hal tersebut. Keluarga, terutama didikan orang tua merupakan fondasi utama dari terbentuknya karakter yang dimiliki seorang anak. Selain itu, keluarga juga menjadi dan merupakan perlindungan pertama dan utama bagi seorang anak tanpa ia sadari. Apabila berhadapan dengan konflik maupun ancaman, anak akan mencari dan mengharapkan perlindungan dan solusi dari keluarganya, terutama dari ibu.

Memaknai Peran Ibu Sebagai Pendidik Anak

Kehadiran dan peran ibu dalam kehidupan anak sehari-hari mampu mempengaruhi cara pandang anak terhadap kehidupannya. Interaksi yang dirintis sejak dini membuat anak tersebut melihat dunia seperti yang sang ibu gambarkan dan contohkan dalam kesehariannya. Apabila sang anak sering dipuji dan didukung dalam pencapaiannya akan suatu hal, maka anak akan tumbuh percaya diri dan cenderung optimis dalam menghadapi masalah. Apabila proses belajarnya dalam berbagai aspek dihargai apapun hasilnya, ia akan lebih menghargai dan menikmati proses dibanding hanya mengejar hasil usaha saja. Apabila dalam kesalahannya, ia diajari mengenai teguran, mencari apa yang salah dan bukan siapa yang salah, ia akan belajar mengerti untuk memahami orang lain dan memberi toleransi atas kesalahan orang tersebut, alih-alih menjadi emosi dan marah terhadap orang tersebut. Didikan seperti ini sejak dini tanpa disadari oleh sang anak, akan membentuk watak dan sikap anak terhadap masalah yang ia hadapi. Anak pun akan selalu mencontoh ibunya, sebagai orang pertama yang dekat dengannya.

Selain itu, perhatian ibu terhadap anak secara tidak langsung juga mempengaruhi bagaimana anak tersebut tumbuh secara emosional. Peran ibu dalam memberi perhatian yang cukup terhadap anak dapat memberi dampak pada psikologis sang anak. Seperti misalnya, anak akan secara otomatis mengutamakan keluarganya dibanding hal lain jika ia merasa kebutuhan emosionalnya akan kasih sayang, dukungan, pengakuan, dan kenyamanan diberikan oleh anggota keluarganya, terutama ibunya. Bagaimana peran ibu memenuhi kebutuhan anak ini? Salah satu caranya, dan menjadi suatu faktor yang cukup penting, adalah dengan menjadi sosok yang selalu hadir ketika sang anak membutuhkan dukungan emosional. Kadang, anak tidak butuh diberi tahu apa yang harus ia lakukan ketika ia sedang terluka atau menghadapi masalah, ia hanya butuh emotional support dalam bentuk pelukan, didengarkan, dipahami, dihibur dengan hal-hal yang membuat dia sadar bahwa dunia lebih luas dari masalah yang ia hadapi, ia akan mampu mengatasi hal tersebut, dan ia tidak sedang membebani perasaan siapapun terutama keluarganya.

Ketika sang ibu menyadari hal ini, ia sedang mendidik anaknya untuk menghadapi kehidupan dan bukan untuk sekadar memberi manual menjalani hidup. Ia sedang mendidik anaknya mengenai nilai-nilai kehidupan dan bukan sekadar memberikan hafalan. Maka dari itu, menjadi ibu bukanlah hanya sekadar menjadi wanita penggiat pekerjaan rumah tangga. Menjadi ibu adalah menjadi penolong, penyokong, dan pendidik utama bagi anak agar ia siap menghadapi masa depan yang, walaupun tak selalu ringan tantangan, tetapi penuh pelajaran.

Kolom Diskusi

Advertisement