Mengenal Gejala Tifus pada Anak

Typhoid atau yang lebih dikenal dengan sebutan tifus merupakan sebuah penyakit yang diakibatkan oleh infeksi bakteri Salmonella yang dapat menular. Umumnya, tifus disebabkan oleh faktor sanitasi seperti tangan yang tidak dicuci bersih dengan sabun sebelum mengambil makanan. Penyakit ini tidak memandang usia, siapa saja bisa terserang sakit tifus baik perempuan, laki-laki, orang dewasa maupun anak-anak.

Kendati demikian, penyakit ini kerap kali menyerang anak-anak. Gejala yang ditimbulkan pada anak-anak dan orang dewasa pun terkadang berbeda. Oleh karena itu para orang tua harus mengenali gejala sakit tifus pada anak sebaik mungkin. Umumnya, gejala tifus akan muncul pada waktu 1-3 mingu setelah tubuh anak terinfeksi. Berikut gejala tifus pada anak yang harus Anda ketahui.

  1. Lidah Memutih

Warna lidah yang memutih dan tampak seperti kotor serta berselaput di bagian tengah merupakan gejala pertama yang bisa sangat mudah dideteksi oleh orang tua. Bagian lidah yang memutih ini umumnya hanya di bagian tengah, sedangkan bagian ujung dan tepi lidah masih tampak merah.

  1. Demam Tinggi

Jika anak Anda mengalami demam tinggi dan suhu tubuhnya mencapai 390C hingga 400C, maka ada kemungkinan ia mengalami sakit tifus. Biasanya suhu tubuh anak tidak akan terlalu tinggi pada pagi sampai dengan siang hari namun akan meningkat dan mencapai puncak pada sore hingga malam hari. Demam ini dapat berlangsung lama sampai 7 hari.

  1. Gangguan Pencernaan

Gejala tifus pada anak yang ketiga adalah terjadinya gangguan pencernaan yang diakibatkan oleh berkembangnya kuman dan menimbulkan peradangan pada saluran pencernaan. Akibat dari gangguan pencernaan ini dapat berupa sakit perut, mual, muntah, perut kembung, dan mencret. Nafsu makan anak pun menjadi berkurang karenanya.

Mengenal Gejala Tifus pada Anak

Selain itu, rasa kembung juga mungkin disebabkan oleh pembesaran organ hati dan limpa akibat kuman dan menyebabkan peradangan pada dua organ tubuh tersebut. Pembesaran ini biasa disebut dengan hepatisplenomegali yang dapat menekan lambung anak sehingga dapat memperberat gejala mual dan muntahnya.

  1. Sakit Kepala dan Kejang

Pada kasus yang sudah berat, anak juga dapat mengalami sakit kepala, kejang, bahkan penurunan kesadaran. Hal ini menyebabkan anak yang terkena penyakit tifus kadang terlihat dalam kondisi yang tampak sedang mengalami sakit serius.

Jika anak Anda mengalami gejala seperti yang disebutkan di atas, segeralah membawanya ke dokter untuk mendapatkan pengobatan yang tepat. Jika anak Anda memang dinyatakan menderita tifus, maka umumnya dokter akan memberikan obat Kloramfenikol atau Tiafenikol dengan dosis 50-100 mg/kgBB/hari yang bisa diberikan secara oral atau melalui suntikan. Walaupun tergolong ringan, namun jika penyakit tifus ini tidak segera ditangani, maka ia akan berdampak buruk sampai dengan membahayakan nyawa anak.

Kolom Diskusi

Advertisement